Dioscorea pentaphylla, uwi sawut, ubi pariyaman, samowan, jabet
Dioscorea pentaphylla atau uwi sawut, banyak tumbuh di hutan jati. Sesuai namanya, daun dioscorea pentaphylla berjumlah 5 lembar, meskipun bisa 3 sampai 7 lembar. Jenis ini lebih jarang dijumpai dibanding 4 jenis lainnya sang melimpah di hutan jati.
Uwi sawut memiliki umbi yang memanjang ke dalam tanah, namun ada pula varietas yang umbinya cenderung membulat (globose) atau seperti buah pir (piriform). Pada beberapa kultivar berumbi menjari (palmately lobus) dan tidak bertangkai. Pada umbi yang membulat terdapat akar berduri, sementara umbi yang panjang, akar berduri hanya di bagiuan atas. Bagian dalam umbi berwarna putih atau kuning lemon.
Diameter batang uwi saut bisa mencapai 7 mm, dan dapat merambat hingga ketinggian 10 meter. Batangnya memiliki banyak duri. Di bagian pangkal berbulu, semakin keatas semakin tidak berbulu. Banyak umbi menggantung (Bulbil) di batangnya. berbentuk bulat atau agak lonjong. Umbi berwarna coklat dengan bagian dalam berwarna kuning.
Daun menjari dengan 3-5 helai. Tangkai daun lebih pendak dari panjang daun tengah, sekitar tiga per empatnya. Daun tengah berbentuk lanset lebar atau bulat telur terbalik dengan ujung runcing pendek. daun yang samping tidak simetris.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar